Sunday, July 14, 2019

MATERI KELAS X


MATERI KELAS X






Secara psikologi dibedakan 6 aspek perkembangan pada manusia:

1.  Aspek fisik/jasmani (sudah mengalami perkembangan secara fisik dan memelihara fisik dengan baik)
2. Aspek intelektual/berpikir (menggunakan akal budi untuk melakukan penilaian dan dalam menghadapi masalah)
3. Aspek emosi (mampu mengendalikan perasaan dengan cara dan alasan yang tepat)
4. Aspek sosial (mampu menempatkan diri sedemikian rupa)
5. Aspek moral (berperilaku sesuai dengan nilai moral yang berlaku secara universal)
6. Aspek spiritual (memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan)

Ada beberapa alasan yang mendasari manusia takut akan Tuhan, diantaranya adalah:

1. Allah itu Kudus (manusia sadar akan kekudusan, keadilan dan kebenaranNya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunanNya) Amsal 2:5
2. Allah layak mendapat hormat (manusia memandang Tuhan dengan penuh kekaguman, menghormati dan mengagungkanNya sebagai Allah. Keluaran. 20:18-19; Ulangan 5:22:27. seperti tertulis dalam perintah ketiga dalam Dasa Titah (10 perintah Allah)
3. Allah memiliki Kuasa (manusia percaya menaruh iman untuk diselamatkan. Keluaran 14:31)
4. Allah adalah awal dari segala pengetahuan (pemahaman manusia dalam menyikapi hidupnya di dunia).

Masa remaja adalah masa terjadinya proses pencarian dan pemantapan sifat serta kebiasaan yang akan menjadi ciri khas seseorang.

Gaya funky: penampilan yang bertujuan mengundang perhatian orang lain dan dianggap hebat oleh yang melakukannya

Faktor-faktor yang berperan dalampembentukan karakter:

1. Pola asuh orang tua
2. Pengalaman masa lalu
3. Norma masyarakat
4. Lingkungan


Dalam psikologi komunikasi dikenal apa yang disebut dengan jendela Johari yang terdiri dari 4 jendela untuk melihat siapa diri kita/untuk pengenalan akan diri sendiri.

Daerah Terbuka : Hal-hal yang ada dalam diri kita tetapi kita tidak keberatan diketahui oleh orang lain. (kita lebih banyak berperilaku sesuai dengan tuntutan orang-orang disekitar kita, exp. ramah)

Daerah Tersembunyi : Hal-hal terdalam dari diri kita yang kita simpan rapat-rapat dan tidak ingin diketahui orang lain. (impian, harapan, rasa malu, rasa takut, khawatir, dll)

Daerah Buta : Hal-hal dari diri kita yang menjadi bahan gossip bagi orang lain terhadap diri kita. (sifat-sifat buruk kita yang biasanya telah diketahui orang-orang disekitar kita).

Daerah Tidak Dikenal : Hal-hal yang membuat kita penasaran, karena hal-hal ini sama sekali tidak kita ketahui/hanya Tuhan yang tahu. (kapan dan bagaimana cara saya meninggal, siapa jodoh saya, dll)



Karakter orang dengan Konsep diri positif menurut D.E. Hamachek:

1. Mampu bertindak benar

2. Sanggup menerima dirinya 

3. Memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi masalah

4. Memiliki keyakinan terhadap pendapatnya

5. Merasa setara dengan orang lain

6. Menerima pujian secara wajar



Karakter orang dengan Konsep diri negatif menurut William D. Brooks dan Philip Emert:

1. Peka terhadap kritik 3. Hiperkritis

2. Responsif terhadap pujian 4. Pesimis



Penggolongan jenis berpikir menurut Edward de Bono:

1. Berpikir faktual atau informatif

2. Berpikir secara emosi

3. Berpikir mengenai ketepatan

4. Berpikir mengenai keuntungan

5. Berpikir mengenai ide-ide baru

6. Berpikir mengenai berpikir itu sendiri



Tahapan-tahapan dalam berpikir berpikir:

1. Orientasi (mengidentifikasi/merumuskan masalah)

2. Preparasi (mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah)

3. Inkubasi (membiarkan pikiran beristirahat sejenak saat berhadapan dengan jalan buntu)

4. Iluminasi (serangkaian pikiran terdalam yang diyakini dapat digunakan dalam pemecahan masalah) 

5. Verifikasi (menguji/menilai secara kritis pemecahan masalah)




Tipe manusia menurut Paul G. Stolzt:

1. Quitter (mudah menyerah)

2. Camper (berjuang setengah-setengah)

3. Climber (tidak mudah menyerah/gigih)



Fungsi keluarga secara umum:

1. Reproduksi (wadah resmi untuk melahirkan anak sebagai generasi penerus keluarga)

2. Pengaturan seksual (pasangan suami/isteri memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berhubungan seksual) 

3. Sosialisasi (orang tua wajib mengajarkan tentang norma dan nilai yang berlaku dimasyarakat)

4. Afeksi (anggota keluarga wajib saling mengasihi dan menerima baik kelebihan maupun kelemahan anggota keluarga)

5. Status (seluruh anggota keluarga akan menerima status mereka masing-masing. Exp. Sebagai isteri, suami ataupun anak)

6. Perlindungan (anak-anak yang lahir berhak menerima perlindungan dari orang tua)

7. Ekonomi (suami bertanggung jawab mencukupi kebutuhan ekonomi anggota keluarga)



Fungsi keluarga menurut Alkitab:

1. Mengolah alam semesta (Kejadian 1:28)

2. Lembaga pendidik pertama dan utama (Ulangan 6:4-9)

3. Wadah bagi anggotanya untuk mengekspresikan cinta, kesetiaan dan saling menghormati (Efesus 5:22-6:4)



Fondasi dalam keluarga Kristen: 

1. Memprioritaskan Kristus dalam hidup

2. Saling mengasihi dan menghormati

3. Cinta kasih tanpa batas

4. Empati dan simpati antar sesama anggota keluarga


Dasar Keluarga Kristen

Perkawinan menurut Alkitab

Ø Kejadian 2:18: “Tuhan Allah berfirman: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Landasan perkawinan Kristen adalah penolong yang sepadan, maksudnya seorang suami/isteri merupakan pasangan yang harus menjadi penolong yang sepadan. Alkitab mengatakan “saling” jadi bukan hanya satu tetapi kedua belah pihak harus saling menolong.


Ø Kejadian 2:24“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Pernikahan pertama di bumi diberkati langsung oleh Tuhan melalui bersatunya Adam dan Hawa. Demikianlah pernikahan Kristiani mengharusnya pasangan menjadi satu daging, sehingga setelah diberkati menjadi sepasang suami/isteri mereka menjadi “satu daging” yang artinya menjadi dua pribadi sehati. Kedua belah pihak saling memahami, mengambil keputusan bersama dan menghadapi masalah hidup secara bersama-sama.


Fungsi Keluarga:

Keluarga inti adalah ibu, ayah dan anak-anak. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat.

Ø Menurut sosiolog fungsi keluarga adalah:

· Reproduksi (meneruskan keturunan)

· Pengaturan seksual (memiliki hak dan kewjiban melakukan hubungan seksual dengan pasangan)

· Sosialisasi (mengajarkan kepada anak tentang agama yang diyakininya,serta norma dan nilai yang berlaku di masyarakat)

· Afeksi (suami isteri saling mengasihi, menerima dan menghargai juga terhadap anak-anak)

· Status (baik sebagai isteri ataupun suami)

· Perlindungan (anak-anak yang lahir mendapatkan perindungan dari orang tua)

· Ekonomi (suami sebagai kepala keluarga bertanggung jawab memberi nafkah keluarganya)


Ø Menurut Alkitab fungsi keluarga adalah:

· Mewakili Allah dalam mengolah alam semesta Kejadian 1:28: “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan tahlukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”

· Menjadi lembaga pendidik pertama dan utama Ulangan 6:4b-7: “Tuhan Allah itu Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 

· Menjadi wadah bagi anggotanya dalam mengekspresikan cinta, kesetiaan dan saling menghormati Efesus 5:22-6:4:“Kasih Kristus sebagai dasar hidup suami isteri (5:22-33), dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (6:4) Di dalam keluarga manusia pertama kali belajar tentang arti kasih dan penerimaan, kerja sama, toleransi, solidaritas, keadilan, kebenaran dan empati.
Keluarga Kristen adalah gambaran dari keluarga Allah, saling mengasihi, saling setia dan saling menghormati. Tidak dibenarkan adanya perceraian dalam keKristenan, apapun yang menjadi alasannya. 
Matius 19:5-6:“dan firman-Nya: sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah disatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

4 hal yang menjadi fondasi kuat dalam keluarga Kristen:

1. Memprioritaskan Kristus dalam hidup

Saling mengasihi dan menghormati diantara suami isteri, anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak, serta seluruh anggota keluarga


















PACARAN MENURUT IMAN KRISTEN






Batasan-batasan berpacaran remaja Kristen, terdapat dalam ajaran-ajaran Tuhan, dimana perbuatan-perbuatan yang merupakan kenajisan bagi Tuhan harus dihindari. Kolose 3:5 “karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.”
Pada dasarnya Tuhan sudah menuliskan hukum dan batasan-batasan kehidupan itu dalam hati setiap umat-Nya.dan hal inilah yang menjadi dasar bagi remaja Kristen sebagai umat Tuhan untuk melakukan segala sesuatu yang benar di hadapan Tuhan, termasuk dalam gaya berpacaran remaja Kristen. 
Firman Tuhan dalam surat Ibrani 8:10b menuliskan: “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku”

Ketika diperhadapkan dengan berbagai pilihandan tantangan dalam kehidupan dan pergaulan remaja, khususnya dalam usaha diterima sebagai remaja “modern” (dengan gaya hidup bebas, misalnya: free seks, narkoba), sebenarnya suara Tuhan telah berbicara melalui akal budi dan hati kecil remaja Kristen. Jadi, batasan-batasan berpacaran remaja Kristen intinya tidak ada larangan yang pasti misalnya: dilarang berciuman, tetapi setiap remaja Kristen akan melakukan tindakan-tindakan dalam pergaulan bersama pacar, harus berdasarkan hukum Tuhan. Jika tindakan tersebut merupakan kenajisan bagi Tuhan maka jangan pernah melakukan tindakan tersebut. Bukankah hakikat berpacaran adalah belajar mengenal diri sendiri melalui orang lain (diluar orang tua dan keluarga) yang didasari oleh perasaan cinta. Bukankah Tuhan berfirman “kuduslah engkau sebab Aku kudus”.

Firman Tuhan dalam Keluaran 20:1-17 berisi 10 perintah Allah, yang diantaranya adalah:

Ø Perintah ke 8 “Jangan Berzinah”

Kesimpulan:


Batasan-batasan berpacaran remaja Kristen:

1. Berpegang pada hukum Tuhan

2. Menghindari hal-hal yang pada akhirnya membawa kepada perbuatan yang merupakan kenajisan bagi Tuhan

3. Perhatikan norma-norma Kristiani (yang terdapat dalam 10 perintah Allah)


I. Menjadi Murid Yesus Kristus 

a. Mewujudkan IdentitasSebagai Murid Yesus Kristus

Seorang yang mau menjadi murid, harus bersedia memenuhi syarat-syarat yang diajukan oleh gurunya. Demikian menjadi murid Yesus Kristus, selain syarat Yesus juga meminta agar murid-murid-Nya mau melakukan kehendak-Nya yaitu: mewujudkan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama (Matius 22:37-40; Lukas 10:33-37) dan juga menjadi saksi Injil (Matius 28:19-20)

b. Syarat menjadi murid Yesus Kristus (Lukas 9:22-26; 14:25-33)

1. Menyangkal Diri (Matius 16:24). Menyatakan “tidak” pada diri kita untuk hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan (Galatia 2:20).

2. Mengutamakan Yesus Dalam Hidup (Lukas 14:26). Ketika menjadi murid Yesus, komitmen kita terhadap Yesus lebih diutamakan.

3. Memikul Salib (Matius 5:10-12; Filipi 1:29). Harus rela menderita demi iman kepada Yesus.

4. Mengikut Dia (Lukas !*:22). Mengikuti teladan, ajaran dan kehendak Kristus.







Anak SMA Boleh Pacaran?


Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Anak SMA Boleh Pacaran?

Teks Alkitab: Kejadian 2:18-25 ; 1 Korintus 13


A.Pengantar
Pembahasan mengenai pacaran merupakan percakapan yang menarik bagi para remaja. Hampir semua remaja mengenal istilah pacaran bukan? Atau pada masa kini dikenal istilah “nembak “. Dalam rangka membahas mengenai pacaran, kamu dipandu untuk memahami seluk-beluk pacaran melalui puisi, diskusi, observasi, menonton CD cerita pendek dll. Pada bagian pertama disajikan puisi yang berbicara tentang cinta , kamu diminta untuk mempelajari puisi tersebut kemudian menuliskan kesanmu mengenai isi puisi dalam kaitannya dengan cinta. Kamu juga diminta untuk mendiskusikan mengenai arti cinta dan berpacaran. Langkah berikut merupakan pembahasan yang sering menimbulkan sikap pro dan kontra di kalangan keluarga dan masyarakat yaitu pertanyaan apakah anak SMA boleh berpacaran? Dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan eksplorasi Alkitab mengenai berpacaran. Alkitab memberikan kesaksian bahwa manusia tidak diciptakan sendirian melainkan dengan pasangannya. Namun, kehidupan orang berpasangan itu ada aturannya, demikian pula dalam membangun hubungan pacaran. Bahwa ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis itu merupakan sesuatu yang wajar. Topik ini akan dibahas dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan berikut akan dibahas mengenai batas-batas dalam berpacaran ditinjau dari nilai-nilai iman Kristen.

B. Memahami Makna Puisi
Bacalah puisi ini!
Cinta adalah kekuatanku
Yang mendayung perahu hatiku menuju dirimu,
Yang melunturkan semua penghalangku
Hati adalah kerajaan cintaku
Berprajuritkan nafasku, berbentangkan raga ini,
Dan berajakan perasaanku
Lalu engkau? Kaulah kekuatanku
Karena engkaulah cintaku
Engkaulah secuil lilin yang menerangi pekatnya malamku
Adalah semilir angin yang dihembuskan-Nya
Ketika panas membakarku,
Adalah setetes air yang menyegarkan di gurun gersang
Engkaulah ratu di kerajaan cintaku
(oleh Adik Anis Setyawan, dari “Keajaiban Cinta” oleh Lunar)

Lakukan diskusi kelompok tentang arti cinta? Apakah cinta memang seperti yang dilukiskan oleh sang penulis ataukah ada makna lain lagi? Presentasikan hasil diskusi kelompokmu untuk dibahas bersama dengan guru. Selain membaca dan memahami puisi, di sekolah yang terdapat fasilitas audio visual dapat disajikan film (CD) mengenai pacaran. Kamu dapat mendiskusikan mengenai isi cerita film, apakah cinta dan pacaran memang sama dengan yang dilukiskan dalam film?



 

Coba simak tulisan di bawah ini:
Saya suka sama kamu…
Bagaimana perasaan kamu?
Suka juga sama saya ?
Apa kamu mau jadi pacar saya?







Begitulah kira-kira awal dari suatu hubungan pacaran, atau istilah kamu para remaja ketika kamu “nembak” seseorang. Coba ceritakan, sudah berapa kali kamu “nembak” seseorang atau di “tembak”……..dari semua upaya kamu, berhasil ataukah tidak? Menurut kamu, keberhasilan atau kegagalan dalam nembak itu karena apa?

C. Antara Cinta dan Pacaran
Ada begitu banyak defenisi tentang cinta dari pakar psikologi, filsuf bahkan para penyair. Berikut adalah defenisi mereka:
Robert Steinberg seorang psikolog, mengatakan, cinta adalah perasaan dan keinginan untuk membina suatu hubungan secara khusus dengan seseorang.
Ashley Montagu, seorang psikolog, mengatakan cinta adalah perasaan memperhatikan, menyayangi, menyukai secara mendalam, mengasihi disertai rindu dan hasrat yang menggebu terhadap seseorang.
Plato, seorang filsuf Yunani kuno, mengatakan cinta adalah sebuah hasrat dan usaha yang bulat untuk memiliki yang dicintai.
Khalil Gibran, sang pujangga terkenal, mengatakan cinta adalah perasaan kasih sayang yang paling murni dan dalam antarmanusia.
Ada filsuf lainnya yang mengatakan bahwa cinta sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata karena terlalu abstrak dalam pengertian. Cinta hanya dapat diwujudkan dalam perbuatan nyata.

  

Apakah kamu setuju dengan sebagian orang yang mengatakan cinta tak cukup didefinisikan dengan kata-kata? Jika kamu tidak setuju, kemukakan definisi yang menurut kamu dapat menggambarkan arti cinta.
Menurut saya, cinta adalah:
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
Bagi kamu yang sudah pernah jatuh cinta, kamu dapat menuliskan perasaanmu ketika jatuh cinta atau sedang naksir seseorang. Dengan demikian, ungkapanmu dapat mewakili perasaanmu.
Cinta Matematik Di Putih Abu - Abu
Kata orang cinta itu sama rumitnya dengan matematika. Serumit-rumitnya cinta pasti bisa dipecahkan. Sama halnya dengan matematika walaupun rumit pasti bisa kita pecahkan. Layaknya matematika menghadapi cinta itu harus bertahap walau jatuh bangun tetap harus kita hadapi dan jalani sampai akhirnya cinta itu dapat kita pecahkan.

Benci x benci = suka
Cinta – suka = pudar
selingkuh 1x : waspada ketahuan
Ketahuan 2x = putus
aku + kamu = serasi
Suka + suka = cinta
Cinta : 2 = selingkuh
Selingkuh 2x = ketahuan
Putus 1x = ST12 (Cari Pacar Lagi)
panas + panas= cinta yang membara



Tulis komentar kamu setelah membaca defenisi cinta dalam film Putih Abu-abu tersebut di atas.
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
Mengacu pada pendapat para Filsuf dan psikolog pada poin C, defenisi cinta dapat dirangkum sebagai berikut:
Cinta adalah perasaan suka dan sayang terhadap seseorang karenanya ia ingin membina hubungan yang lebih dekat dan khusus dengan orang yang disukai dan disayang supaya dapat mewujudkan perasaan suka dan sayang padanya. Wujud itu antara lain disebutkan oleh Ashley Montagu, memperhatikan, menyayangi. Alkitab memberikan defenisi cinta dalam beberapa istilah yang akan dijelaskan oleh guru kamu.

Ungkapan cinta yang terdalam bisa kamu temukan dalam kitab 1 Korintus 13 tentang kasih. Bagian Alkitab itu digubah dalam bentuk lagu Rohani Bahasa Kasih atau Bahasa Cinta. Kasih atau cinta itu digambarkan sebagai berikut:
• Lemah lembut
• Murah hati
• Panjang sabar
• Memaafkan
• Tidak sombong atau memegahkan diri
• Jujur
• Suci

Cinta kasih itu mencakup seluruh aspek hidup manusia. Jadi, itu bukan sekadar hasrat, berahi, atau perasaan emosional semata. Cinta kasih itu merupakan ekspresi hidup dalam hubungan antar manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika dan religius.




D. Cinta dan Ketertarikan Fisik
Menurut Andri Priyatna dalam “Be A Smart Teenager”, tidak mudah untuk menjawab bagaimana menyatakan bahwa kamu sedang jatuh cinta, karena terkadang seseorang berpikir dia sedang jatuh cinta tetapi ternyata itu hanya ketertarikan fisik semata. Selanjutnya dikatakan pertanyaan-pertanyaan mengenai apa itu cinta. Mengapa seseorang ingin membangun hubungan cinta dengan si A dan bukan dengan yang lain, bagaimana menjatuhkan pilihan pada seseorang, bagaimana cinta bisa berakhir? Berbagai pertanyaan-pertanyaan itu tidak mudah untuk dijawab. Bagi remaja seperti kamu ketertarikan fisik lebih sering disalahartikan sebagai cinta. Mengapa membingungkan dan dapat disalahartikan? Karena ketertarikan fisik biasanya memiliki pengaruh yang amat kuat, diringi oleh hasrat untuk segera menjadikannya kekasih atau pacar. Jika kamu bertemu seseorang, kamu akan bertemu dirinya secara fisik bukan? Menurut Priyatna, ada perbedaan antara cinta dengan ketertarikan fisik meskipun ketertarikan fisik menjadi salah satu penyebab orang jatuh cinta namun cinta jauh lebih dalam dari itu. Cinta tumbuh berlandaskan rasa peduli, pertemanan, persahabatan, kenyamanan, komitmen serta penghargaan terhadap martabat dan kehormatan diri seseorang. Ketika kamu bertemu dengan seseorang, bergaul dengannya dan kamu merasa telah menemukan seorang teman sejati yang dapat dipercaya, yang saling menghargai ditambah lagi ada ketertarikan fisik, mungkin kamu telah jatuh cinta.
Terkadang seseorang dapat terkecoh oleh beberapa gejala berikut yang dikiranya cinta, padahal itu bukan cinta. Pertama, ketertarikan fisik. Seseorang yang selama ini sudah diimpikan tiba-tiba ada di hadapan kamu, wah betapa senangnya, pucuk dicinta ulam tiba. Kesannya begitu mendalam bagi diri kamu, dia begitu menarik hati. Namun, sering kali dalam perjalanan waktu kamu semakin mengenalnya dan sadar kalau dia bukan seseorang yang pas untuk kamu. Menumbuhkan cinta membutuhkan waktu, kesabaran dan tidak hanya dilandasi oleh ketertarikan fisik. Pada masa kini, remaja dan kaum muda dipengaruhi oleh berbagai film dan lagu yang mengeksploitasi cinta seolah-olah hanya sebatas pada ketertarikan fisik, birahi maupun popularitas. Seolah-olah kebiasaan “nembak” seseorang dan dijadikan pacar menjadi pertanda bahwa seseorang “laku” dan bukan anak cupu. Kedua, obsesi. Apapun yang kamu lakukan hanya wajah si dia yang terbayang-bayang di pelupuk mata. Obsesi adalah pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan, seluruh konsentrasi hanya terpusat pada satu titik. Obsesi cinta nampak dalam lagu berikut ini:

Ingat kamu
(Oleh: Maia Estianti)
Apakah ini namanya cinta begitu membingungkan
Aku ini sedang jatuh cinta kutanyakan mengapa
Hatiku resah, hatiku gundah
Semuanya jadi serba salah
Aku mau makan kuingat kamu
Aku sedang sedih juga kuingat kamu
Aku sedang bosan kuingat kamu
Oh cinta inikah benar ku jatuh... jatuh cinta
Semua tertawa lihat tingkahku yang jadi tak menentu
Ini salah, begitu pun salah kutanyakan mengapa
Hatiku resah, hatiku gundah
semuanya jadi serba salah
Aku mau makan kuingat kamu
Aku mau tidur juga kuingat kamu
Aku mau pergi kuingat kamu
Oh cinta mengapa semua serba kamu
Aku sedang bingung kuingat kamu
aku sedang sedih kuingat kamu
Aku sedang bosan kuingat kamu
Oh cinta inikah benar kujatuh.. jatuh cinta
sumber: http://musiklib.org/Maia-Ingat_Kamu-Lirik_Lagu.htm, diunggah 29 Desember 2013.
Orang yang terobsesi pada seseorang yang diidamkannya akan kehilangan kontrol terhadap diri sendiri, kesadaran dan rasionalitasnya hilang dilindas oleh cinta yang menggebu-gebu, bahkan ketika orang yang diidamkan kurang memperhatikannya ataupun tidak membalas cintanya. Perasaan ini berbahaya karena seseorang cenderung hilang kesadaran diri dan mengabaikan nasihat dan pandangan orang-orang di sekitarnya. Obsesi bukanlah cinta karena semangat yang menggebu-gebu hanya datang dari satu pihak saja. Ketiga, hubungan cinta yang cepat setelah patah hati. Jenis perasaan ini adalah keinginan untuk berpacaran dengan seseorang demi untuk membuktikan bahwa kamu bisa “menggandeng” seseorang lagi setelah putus cinta. Apalagi jika tujuannya untuk “balas dendam” akibat berakhirnya hubungan yang telah dibina sebelumnya. Pokoknya kamu hanya ingin membina hubungan dengan seseorang, siapapun orangnya. Ini bukanlah cinta tetapi keinginan untuk memuaskan diri sendiri.
Pelajari tiga kekeliruan tersebut di atas kemudian bandingkan dengan diri kamu, yang manakah yang pernah kamu rasakan? Atau ketiganya pernah kamu rasakan? Menurut Priyatna paling tidak ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai cinta:
1. Cinta tidak pernah menyakiti, baik itu pelecehan fisik maupun emosional.
2. Cinta tidak pernah menipu. Misalnya memperalat pacar dengan mengatakan: ”kalau kamu cinta saya, kamu harus mau melakukan hubungan seksual”, atau kamu akan memenuhi permintaan saya.
3. Cinta harus dilandasi oleh perasaan peduli pada dia yang dicintai dan ekspresi cinta itu bisa bermacam-macam. Antara lain pertemanan, persahabatan, romantisme, menghormati batas-batas moral dan etika dll.
4. Jika orang yang dicintai meminta kamu melakukan sesuatu sebagai bukti cinta maka dia tidak mencintai kamu. Apalagi jika bukti cinta itu adalah hubungan seks dan sentuhan fisik.
5. Ukuran cinta adalah komitmen dan kepercayaan bukan sekedar ketertarikan fisik.
6. Seks bukan cinta dan cinta bukanlah seks. Karena itu seks tidak boleh dijadikan sebagai prasyarat cinta. Pada orang yang telah menikah, seks dapat menjadi bagian dari romantisme cinta. Tapi hal itu tidak boleh dilakukan oleh mereka yang berpacaran, jika dilakukan maka hal itu merupakan pelanggaran terhadap ajaran agama dan moral dalam masyarakat.
7. Cinta harus menjadikan seseorang merasa bahagia, aman dan dihargai bukan sebaliknya.
Pacaran
Orang yang sedang jatuh cinta biasanya mewujudkan perasaan cintanya kepada seseorang dalam komunikasi yang lebih intensif serta relasi yang lebih eksklusif atau khusus. Bentuk relasi itu disebut dengan berpacaran. Jika biasanya mereka jalan bersama-sama berempat atau bertiga, setelah jatuh cinta orang cenderung hanya ingin berjalan berdua saja. Mengapa? Karena mereka merasa lebih nyaman untuk berbicara, bertukar cerita serta memperoleh tanggapan yang spesial dari orang yang dicintainya. Terkadang orang memulai suatu hubungan pertemanan, kemudian saling menyukai dan jatuh cinta. Mereka kemudian membina hubungan dalam bentuk pacaran. Memang tidak semua orang yang berteman pada akhirnya jadi berpacaran, ada yang tetap mempertahankan hubungan sebagai teman dan sahabat.

E. Pendalaman Alkitab
                Diskusikan dalam Kitab Kidung Agung 5:9-16 dan 6:1-11 yang menulis tentang keindahan tubuh manusia dan daya tarik fisik yang menimbulkan hasrat dan cinta.
                Dalami Kitab 1 Korintus 13 mengenai kasih dan bagaimana menerapkannya dalam hubungan pacaran supaya kamu tidak kehilangan identitas sebagai remaja Kristen.

F. Manusia Diciptakan Tidak Sendirian
Manusia selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Tanpa kehadiran laki-laki dan perempuan, tak mungkin lahir generasi baru. Sejak penciptaan, Tuhan telah melihat bahwa tidak baik kalau manusia itu hidup seorang diri saja (Kejadian 2:18). Selanjutnya dikatakan, baiklah kita menjadikan seorang penolong yang sepadan dengan dia. Tuhan Allah menginginkan manusia hidup saling menolong, mengisi dan memberi arti dalam kehidupan. Dalam hidup, kamu membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita, kesedihan, kesenangan dan kebahagiaan, bukan? Kamu patut bersyukur dapat memiliki teman, sahabat untuk berbagi dalam banyak hal.


Mindy Meier menulis dalam bukunya Sex and Dating (PT Abiyah Pratama, Jakarta, 2007 halaman 84-86):
Tuhan berfirman: tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan baginya penolong yang sepadan dengan dia.” Lalu Tuhan membentuk dari tanah segala binatang dan burung-burung. Dibawa- Nyalah semuanya itu kepada manusia untuk melihat, bagaimana ia mene-rimanya. Dan seperti nama yang diberikan kepada tiap makhluk hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, tapi bagi dirinya sendiri, ia tidak punya penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan menciptakan Hawa untuk mendampingi Adam sebagai penolong yang sepadan dengan dia. Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Dia berpusat pada kesendirian Adam dengan menciptakan seorang pendamping baginya. Selain itu, Tuhan juga menciptakan komunitas. Tuhan menginginkan manusia hidup dalam persekutuan dengan manusia lain. Dapatlah dipahami bahwa manusia saling membutuhkan satu terhadap yang lain. Kata penolong diterjemahkan dari bahasa Ibrani “Ezer” yang artinya penolong (Tuhan juga disebut sebagai Ezer atau penolong). Kata Ezer tidak sekadar menggambarkan hadirnya seorang penolong, melainkan seorang penolong yang datang untuk menyelamatkan serta memberi dukungan. Sedangkan kata sepadan diterjemahkan dari kata Ibrani “Neged”, artinya pelengkap yang sempurna. Tanpa Neged, sesuatu itu tidak sempurna.

Artinya, tanpa Hawa, Adam tidaklah sempurna. Hal itu menggambarkan bahwa dunia ini baru sempurna jika ada laki-laki dengan perempuan, saling menolong serta melengkapi dalam satu komunitas hidup. Dengan demikian, rasa tertarik seseorang terhadap lawan jenisnya bukanlah dosa. Hanya saja jika rasa tertarik yang biasanya dilanjutkan dengan hubungan pacaran dilakukan di luar batas-batas aturan agama dan norma dalam masyarakat maka akan berakibat buruk bagi yang bersangkutan.

Diskusikan hasil temuan kamu melalui media cetak maupun elektronik atau kasus yang ada di lingkungan sekitarmu mengenai berbagai permasalahan yang terjadi di kalangan remaja sebagai akibat dari berpacaran. Apa yang terjadi jika orang berpacaran tetapi tidak memahami arti pacaran?

G. Manusia Dianugerahi Tuhan dengan Kemampuan untuk Merasa Tertarik pada Lawan Jenis
Rasa tertarik seseorang pada lawan jenis bukanlah dosa. Manusia tidak hanya diciptakan berpasangan, tetapi juga dianugerahi dengan kelengkapan tubuh, daya pikat dan daya tarik seperti tertulis dalam Kitab Mazmur 139:13- 14. Selanjutnya Kitab Kidung Agung menggambarkan daya tarik seksual dan kemolekan tubuh manusia sebagai anugerah yang turut menyemarakkan kehidupan. Semua penjelasan ini mengarah ke satu titik, bahwa tubuh manusia beserta keindahan dan daya tariknya termasuk rasa tertarik pada lawan jenis adalah sesuatu yang berasal dari Tuhan. Hal itu merupakan anugerah. Jadi,
perasaan tertarik pada lawan jenis karena fisiknya, sikapnya, imannya adalah sesuatu yang alami dan bukanlah dosa. Jika demikian, dapatkah kamu menjawab pertanyaan, apakah anak SMA boleh pacaran?

Menurut saya, anak SMA ………………………………….. pacaran!
Jelaskan jawabanmu!
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………
.………………………..……………………....……............…………



H. Apakah Anak SMA Boleh Pacaran?
 

  
Pada penjelasan di atas telah disampaikan bahwa perasaan tertarik pada lawan jenis itu adalah sesuatu yang normal. Pada masa remaja seperti sekarang ini, terkadang kamu menyimpan perasaan tertarik dan sayang pada lawan jenis. Kamu malu mengutarakan perasaanmu karena takut ditertawakan atau ditolak.


Jika kamu menyukai seseorang ataupun jatuh cinta kepadanya, coba renungkan, mengapa kamu menyukainya?
                Karena fisiknya? Misalnya ia tampan atau cantik, badannya proporsional dan bagus atau karena dia populer?
                Karena sikapnya? Misalnya: lemah lembut, jujur, sederhana, tegas.
                Karena imannya? Ia taat pada ajaran agama dan setia dalam beribadah.
                Karena anak orang kaya, memiliki mobil atau kendaraan yang dapat kamu tumpangi.

Dari beberapa kriteria di atas, manakah yang paling baik untuk dijadikan patokan ketika kamu menyukai seseorang? Jika kamu lebih mengutamakan fisik, kekayaan dan popularitas, itu hanyalah kulit luarnya saja, artinya sesuatu yang tidak dapat dijadikan dasar dalam berhubungan. Namun sikap dan iman seseorang akan menuntun kamu memiliki hubungan yang sehat dan bertanggung jawab.
Coba pula renungkan, apakah sudah waktunya bagi kamu untuk berpacaran? Ada banyak anak remaja yang bertanya, apakah anak SMA sudah boleh pacaran? Jawabannya bukanlah soal boleh atau tidak boleh. Melainkan apakah kamu sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang arti pacaran dan batas-batas pacaran? Apakah kamu sanggup membagi waktu dengan baik antara pacaran dengan belajar? Ada sejumlah konsekuensi yang harus kamu terima jika ingin berpacaran. Antara lain, kemungkinan penolakan dari orang yang kamu taksir ataupun putusnya cinta yang kamu bina, semua itu menyebabkan rasa sakit hati. Ada juga beberapa penyimpangan yang terjadi dalam berpacaran yang mengakibatkan penderitaan, misalnya, remaja yang hamil di luar nikah, pacar yang mempengaruhi kekasihnya untuk menjadi pecandu obat-obat terlarang. Semua penyimpangan dapat terjadi karena remaja tidak memahami arti pacaran. Batas-batas dalam berpacaran akan dibahas pada pertemuan berikut.

I. Menulis refleksi
Tulis puisi atau refleksi mengenai pengalaman ketika kamu jatuh cinta atupun pacaran. Jika kamu belum pernah jatuh cinta atau pacaran, kamu dapat menuliskan pemahaman kamu mengenai pacaran. Panjang tulisan ½ halaman. Tugas ini dikumpulkan pada pertemuan berikut.

J. Rangkuman
Cinta adalah ekspresi perasaan, kagum, suka dan sayang, yang diwujudkan dalam tindakan mengasihi dan memahami orang yang dicintai. Sedangkan pacaran adalah mewujudkan rasa cinta terhadap seseorang dalam sebuah hubungan yang eksklusif. Dalam hubungan seperti itu, dua orang yang terlibat didalamnya mengekspresikan kasih, saling menghargai dan menjaga serta melindungi. Ada unsur saling percaya, memberi dan menghormati termasuk menghormati batasan-batasan dalam berpacaran, yaitu saling setia dan jujur. Semua hal dalam berpacaran itu harus datang dari kedua belah pihak.


K. Tugas
Lakukan wawancara di kalangan teman-teman remaja di sekolah atau gereja kamu tentang arti berpacaran, tujuan berpacaran dan apa yang dilakukan dalam berpacaran. Pada pertemuan berikut, hasil observasimu dikumpulkan dan dibahas di kelas. Lakukan tugas ini dalam kelompok masing-masing 3-4 orang. Masing-masing kelompok mewawancarai 5 orang remaja.
Panduan Daftar Pertanyaan
1. Usia responden, jenjang studi:
2. Tinggal bersama orang tua atau kos atau tinggal dengan orang lain (coret yang tidak perlu)
3. Apakah sudah berpacaran?
4. Jika sudah, berapa kali berpacaran sampai saat ini?
5. Menurut kamu, apa arti pacaran ?
6. Kalau kamu mencari pacar, apa kriteria atau syarat-syarat yang harus dimiliki orang tersebut sehingga bisa dijadikan pacar?
7. Dalam berpacaran, apa yang kamu lakukan bersama pacarmu? Sebutkan satu persatu, misalnya:
- jalan bersama - belajar bersama
    - nonton berdua - berbagi cerita