KELUARGA ALLAH
Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah
Pendahuluan
Keluarga yang bertumbuh ternyata
sangat penting. Sebab tanpa pertumbuhan dalam komunikasi, dalam iman, dalam
karakter, dalam rasa saling, ... dsb. Maka persoalan-persoalan kecil bukan lagi
bumbu yang menambah sedapnya sebuah pernikahan. Tetapi masalah kecil dapat
terakumulasi menjadi persoalan besar, yang suatu saat akan meledak dan
menimbulkan korban dan kerugian. Pertumbuhan menunjukkan adanya kehidupan,
pertumbuhan menandakan adanya kedewasaan, pertumbuhan menggambarkan adanya
proses dan pertumbuhan juga membuktikan adanya kualitas. Itu sebabnya tanpa
pertumbuhan, komunikasi dalam rumah tangga akan mandeg, egoisme akan
menggerogoti kebersamaan, karena tidak adanya kedewasaaan dan akhirnya kualitas
relasi, karakter, rasa saling dalam rumah tangga juga akan terpuruk. Setiap
orang mempunyai definisi masing-masing tentang keluarga yang berbahagia.
Mungkin ada yang berpikir bahwa keluarga yang berbahagia adalah keluarga yang
berkecukupan secara ekonomi. Mungki ada juga yang berpikir bahwa keluarga yang
berbahagia adalah keluarga yang terpandang. Banyak orang sekaran ini cenderung
untuk mengukur dan menilai sebuah kebahagian dengan apa yang bisa dilihat oleh mata
atau materi, sehingga tidak heran jika banyak orang yang bekerja sangat keras,
membanting tulang demi menyejahterakan keluarganya. Hal ini tidak salah, namun
menjadi salah jika mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya.
Banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk memperoleh banyak harta kekayaan
dan status sosial yang tinggi, misalnya dengan cara korupsi.
Ringkasan
Materi
A.
Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah
Setiap
individu mengalami pertumbuhan yang berbeda dan secara terus menerus dalam
seluruh aspek, karena pertumbuhan bersifat individual. Perbedaan inilah yang
membuat satu individu dengan individu yang lain menjadi unik. Keluarga sebagai
sekumpulan individu yang terbentuk dari pernikahan juga mengalami pertumbuhan.
Bertumbuh sebagai Keluarga Allah berarti bertumbuh didalam pengenalan akan
Kristus. Dalam kehidupan keluarga Kristen, setiap anggota keluarga yang mau
bertumbuh bersama memiliki syarat utama. Keluarga yang berkenan kepadaNya
adalah keluarga yang berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Dia. Dalam ajaran
Kristen, yang menjadi dasar kebahagiaan keluarga bukanlah materi, tetapi sikap
takut akan Tuhan. Untuk bertumbuh dan menghasilkan buah yang berkualitas,
diperlukan akar yang kokoh yang mampu memberikan asupan yang baik bagi
pertumbuhan.
B.
Mengenal Allah
Dewasa
ini ada banyak orang Kristen yang tidak mengenal dan memahami dengan beanr
tentang Allah. Terbukti dari beberapa orang yang hanya disibukkan dengan
berbagai rutinitas kegiatan yang sifatnya kelihatannya religius tetapi pada
hakekatnya tidak mempunyai makna apa-apa dalam hidupnya. Pengenalan dan
pengetahuan akan Allah itu terjadi sejauh Allah menyatakan diriNya kepada
manusia. Konsep tentang Allah akan menentukan kualitas hidupnya. Kegagalan
mengenal Allah yang sejati secara benar menghasilkan kesesatan dalam hidupnya.
Mengenal Allah berarti mengerti, mengalami, pengalaman beriman dengan Dia. John
Calvin menuliskan bahwa bijaksana sejati berasal dari pengenalan akan Allah dan
pengenalan akan diri. Pengetahuan akan Allah adalah kepentingan terbesar. Yesus
datang dupaya manusia dapat mengenal Dia secara pribadi. Melalui Yesus keluarga
dapat mengetahui dan mengalami kasih dan rencanaNya bagi manusia.
C.
Mengasihi Allah
Didalam
Alkitab dinyatakan bahwa Allah adalah Kasih atau Allah itu Kasih. kasih adalah
hakikat Allah, sifat dari Allah, “atribut” Allah. Kasih itu berakar dalam
Allah, yang pada hakikatnya adalah kasih. sesuai dengan bunyi hukum kasih yang
pertama ialah “kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengans egenap akal budimu”. Kasih Allah mengilhami kasih kita.
Allah terlebih dahulu mengasihi kita melalui pemberian AnakNya yang diutus
sebagai penebus. Karena Allah begitu mengasihi kita, maka kita juga harus
mengasihi Dia dan akan kita tampakkan dalam kehidupan sehari-hari kita kepada
sesama kita.
Ada tiga hal yang harus dilakukan
terkait dengan mengasihi Allah menurut Thomas Aquinas, yaitu tidak boleh
mempunyai Allah lain dengan tidak membuat patung untuk disembah atau menggunakan
kuasa yang lain di luar kuasa Allah, harus memberikan kepada Allah penghormatan
dengan tidak menyebut namaNya dengan sembarang dan sia-sia, dan harus beriman
kepada Tuhan dengan memberikan seluruh hidup untuk dipakai sebagai alat dalam
pekerjaanNya yakni memberikan waktu untuk beribadah kepadanya.
Kata Kasih dalam PL adalah ungkapan
palin dalam dari kepribadian, sekaligus hubungan pribadi yang paling akrab dan
dekat.
Dalam PB Kasih adalah tindakan Allah
yang dinyatakan melalui tindakan penyelamatan.
Wujud mengasihi Allah dapat dilihat
seperti dengan mengasihi Allah dengan seluruh totalitas hidup manusia, serta
kasih terhadap sesama. Di dalam bahasa Yunani, kasih dibedakan sesuai dengan
penggunaannya, dan kasih terbagi atas empat jenis, yaitu :
Kasih Agape, kasih yang sempurna,
hanya kasih Tuhan lah yang sempurna.
Kasih Phileo, yaitu kasih terhadap
sahabat atau sesama
Kasih Storge yakni kasih terhadap
orangtua dan keluarga
Kasih Eros yakni kasih yang
mengandung unsur seks.
Bukti Kasih kita kepada Allah adalah
mengasihi sesama seperti yang dijabarkan dalam hukum Taurat ke 4 – 10, yakni
kita harus mengasihi orangtua, tidak boleh melukai sesama kita dengan perbuatan
– baik dengan melukai sesama yakni membunuh, berzinah dan mencuri, dan tidak
boleh melukai sesama kita dengan perkataan dan pikiran melukai dengan perkataan
yakni saksi dusta, mengingini istri sesama dan milik sesama.
Mengasihi Allah adalah dengan jalan
mengikuti FirmanNya.
D.
Menaati Allah
Allah
menuntut ketaatan dari orang-orang yang termasuk keluarga Allah yang mengaku
percaya kepada Allah. Karena
ketidaktaatan akan melahirkan pemberontakan dan hadirnya kuasa roh jahat dalam
diri manusia dan keluarga. Ketaatan
keluarga Kristen adalah karena kasih dan iman. Taat artinya membayar harga untuk
menuruti firmanNya. Ketaatan keluarga Krristen adalah bukti dari iman. Ketaatan
berarti meneladani Kristus dalam kehidupan keluarga. Allah sangat berkenan
kepada kehidupan keluarga Kristen yang
taat, dan berkatNya akan selalu senantiasa hadir dalam keluarga Kristen yang
taat. Ketaatan dapat dilakukan oleh keluarga Kristen bukan dengan kekuatan
mereka sendiri tetapi melainkan oleh Roh Kudus yang ada didalam kita yang
memberikan kemampuan untuk melakukan semuanya.
E.
Menjadi Saksi Allah Bagi Dunia
Manusia
diciptakan serupa dengan gambar Allah, dan manusia merupakan wakil Allah di
dunia. Manusia diciptakan dengan tujuan untuk menjadi saksi tentang kebenaran
Allah dan memuliakan namaNya. Keluarga Kristen yang bertumbuh dalam kasihNya
akan mampu menjadi saksi Allah didunia dengan mengikuti semua perintahnya. Misi
kesaksian selalu berhubungan dengan amanat, yaitu memberitakan Allah sebagai
pencipta dan penguasa yang maha kuasa atas semesta alam dan Tuhan yang
berdaulat atas sejarah, memberitakan dosa dan pertobatan, memberikan tentang
nubuatan dan pengharapan akan Mesias, menjadi saksi Kristus dalam artian yang
paling mendasar. Keluarga adalah para saksi Allah di dalam Yesus ketika
memiliki kehidupan dan wajib memperlihatkan ajaran-ajaranNya bagi orang lain.
Ketika kita menolong orang lain untuk datang dan percaya kepada Yesus, itulah
wujud menjadi saksi Allah di dalam Yesus.
F.
Aspek-aspek pertumbuhan Keluarga Allah
Menurut
Paul Meier aspek yang diperlukan dalam menumbuhkan keluarga Kristen menjadi Keluarga
Allah adalah adanya Kasih diantara suami-istri, orangtua dan anak haruslah
terus meningkat, harus ada disiplin, pentingnya konsistensi, mendesaknya
keteladanan keluarga dihadapan anak-anak termasuk dalam segi perkataan, sikap
dan penampilan serta perbuatan baik, suami berperan sebagai kepala keluarga.
Perilaku,
tata nilai, cara beriman dan bertumbuh muncul dan berkembang dari keluarga asal
(Family of Origin). Perangai dan budi pekerti adalah warisan dari interaksi
didalam keluarga. Dalam membangun keluarga agar bertumbuh menjadi keluarga
Allah maka diperlukan pemahaman
kepribadian, watak, tata nilai serta beriman kepada Allah.
Kesimpulan
dan Tanggapan
Paling tidak ada dua hal yang harus
dilakukan supaya keluarga menjadi keluarga Kristen yang bertumbuh, yakni
pertama adalah hidup saling mengasihi dan menghormati agar dapat menciptakan
iklim keluarga yang penuh damai, dan kedua adalah tetap berpegang kepada Tuhan
dan percaya pada pemeliharaan Tuhan.
Berakar, bertumbuh dan berbuah di
dalam Kristus adalah suatu hal yang diinginkan Tuhan terjadi pada setiap
manusia ciptaanNya, termasuk keluarga. Individu dan keluarga tidak dapat
bertumbuh dan berbuah kalau tidak berakar didalam Kristus. Bertumbuh dalam
hubungan dengan Kristus mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi
dan menaatiNya. Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti bertumbuh dalam
pengenalan akan Allah melalui karyaNya, firmanNya dan pengorbanan AnakNya
sebagai korban tebusan keselamatan bagi umat manusia.
Bertumbuh sebagai keluarga Allah
berarti keluarga bertumbuh di dalam Kristus yang mempunyai makna lebih mengenal
Dia, lebih mengasihi dan menaatiNya. Kelaurga Kristen merupakan pusat dan
tujuan dari perjanjian Allah, yakni untuk menjadi saksi bagi dunia. Karena itu
sebagai anggota keluarga Kristen harus melakukan yang terbaik dalam membangun
keluarga yang berkenan kepada Allah. Keluarga yang berkenan kepadaNya lah yang
merupakan keluarga Allah.

No comments:
Post a Comment